PENGENALAN ARDUINO UNO
1.1 Ardunio Uno
Arduino uno adalah mikrokontroller atau pengendali mikro
papan tunggal yang bersifat sumber terbuka dan menjadi salah satu proyek Open Source Hardware yang paling
populer. Arduino uno dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam
berbagai bidang. Perangkat kerasnya memiliki prosesor Atmel AVR. Arduino Uno merupakan
board mikrokontroler berbasis ATmega328 (datasheet). Memiliki 14 pin input dari
output digital dimana 6 pin input tersebut dapat digunakan sebagai output PWM
dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP
header, dan tombol reset. Untuk mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan,
cukup hanya menghubungkan Board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan
kabel USB atau listrik dengan AC yang-ke adaptor-DC atau baterai untuk menjalankannya.
1.2 Fungsi Arduino Uno
Fungsi arduino uno adalah sebagai
pusat pemroses input sinyal elektronik menjadi output sinyal elektronik yang
dibutuhkan. Input berupa sinyal eletronik ini biasanya berasal dari sensor.
Sementara itu, output sinyal elektronik berupa komponen aktuator seperti motor
DC contohnya. Mikrokontroler ini dapat diprogram untuk mengeluarkan output
sinyal seperti keinginan pemrogram.
1.3 Komponen Arduino Uno
Adapun komponen-komponen yang
menyusun ardunio yakni sebagai berikut.
1.
Power USB
Fungsi dari power USB pada arduino yakni media pemberi tegangan listrik
ke arduino, media tempat memasukkan program dari komputer ke arduino, dan
sebagai media untuk komunikasi serial antara komputer dan uno maupun
sebaliknya.
2.
Crystal Oscillator
Fungsi crystal oscillator adalah sebagai jantung Arduino yang membuat dan
mengirimkan detak ke mikrokontroler agar beroperasi setiap detaknya.
3.
Voltage Regulator
Berfungsi menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke Arduino.
4.
Power Jack
Fungsi dari power jack pada modul Arduino adalah sebagai media pemberi tegangan listrik ke Arduino apabila tak ingin menggunakan Power USB.
5.
Pin Reset
Berfungsi untuk mereset Arduino agar program dimulai dari awal. Cara
penggunannya yaitu dengan menghubungkan pin reset ini langsung ke ground.
6.
Pin Tegangan 3,3 Volt
Berfungsi sebagai pin positif untuk komponen yang menggunakan tegangan
3,3 volt.
7.
Pin Tegangan 5 Volt
Berfungsi sebagai pin positif untuk komponen yang menggunakan tegangan 5
volt. Pin 5 volt sering juga disebut pin VCC.
8.
Pin Ground (GND)
Fungsi pin GND adalah sebagai pin negatif pada tiap komponen yang dihubungkan
ke Arduino.
9.
Pin Penambah Tegangan (VIN)
Berfungsi sebagai media pemasok listrik tambahan dari luar sebesar 5 volt
bila tak ingin menggunakan Power USB atau Power Jack.
10. Pin
Analog
Berfungsi membaca tegangan dan sinyal analog dari berbagai jenis sensor
untuk diubah ke nilai digital. Papan Arduino Uno memiliki enam pin input analog
A0 sampai A5. Pin-pin ini dapat membaca tegangan dan sinyal yang dihasilkan
oleh sensor analog seperti sensor kelembaban atau temperatur dan mengubahnya
menjadi nilai digital yang dapat dibaca oleh mikroprosesor. Program dapat
membaca nilai sebuah pin input antara 0 – 1023, dimana hal itu mewakili nilai
tegangan 0 – 5V.
11. Main
Microcontroller
Berfungsi sebagai otak yang mengatur pin-pin pada Arduino. Setiap papan
Arduino memiliki Mikrokontroler (11). Kita dapat menganggapnya sebagai otak
dari papan Arduino. IC (integrated circuit) utama pada Arduino sedikit berbeda
antara papan arduino yang satu dengan yang lainnya. Mikrokontroler yang sering
digunakan adalah ATMEL. Kita harus mengetahui IC apa yang dimiliki oleh suatu
papan Arduino sebelum memulai memprogram arduino melalui Arduino IDE. Informasi
tentang IC terdapat pada bagian atas IC. Untuk mengetahui kontruksi detai dari
suatu IC, kita dapat melihat lembar data dari IC yang bersangkutan.
12. Tombol
Reset
Komponen pendukung Arduino yang berfungsi untuk mengulang program dari awal
dengan cara menekan tombol.
13. Pin
ICSP (In-Circuit Serial Programming)
Berfungsi untuk memprogram mikrokontroler seperti Atmega328 melalui jalur
USB Atmega16U2.
14. Lampu
Indikator Power
Berfungsi sebagai indikator bahwa Arduino sudah mendapatkan suplai
tegangan listrik yang baik.
15. Lampu
TX (transmit)
Berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi pengiriman data dalam
komunikasi serial.
16. Lampu
RX (receive)
Berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi penerimaan data dalam
komunikasi serial.
17. Pin
Input/Output Digital
Berfungsi untuk membaca nilai logika 1 dan 0 atau mengendalikan komponen
output lain seperti LED, relay, atau sejenisnya. Pin ini termasuk paling banyak
digunakan saat membuat rangkaian. Untuk pin yang berlambang “~” artinya dapat
digunakan untuk membangkitkan PWM (Pulse With Modulation) yang fungsinya bisa
mengatur tegangan output. Biasanya digunakan untuk mengatur kecepatan kipas
atau mengatur terangnya cahaya lampu.
18. Pin
AREF (Analog Reference)
Fungsi pin Arduino Uno yang satu ini untuk mengatur tegangan referensi eksternal
yang biasanya berada di kisaran 0 sampai 5 volt.
19. Pin
SDA (Serial Data)
Berfungsi untuk menghantarkan data dari modul I2C atau yang sejenisnya.
20. Pin
SCL (Serial Clock)
Berfungsi untuk menghantarkan sinyal waktu (clock) dari modul I2C ke Arduino.
Sumber:
https://beetrona.com/bagian-bagian-arduino-uno-lengkap/
https://www.aldyrazor.com/2020/04/gambar-arduino-uno.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Arduino

Komentar
Posting Komentar