INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 6
DNS
DNS(Domain Name System) adalah sistem
penamaan hirarkis dan desentralisasi untuk komputer, layanan, atau sumber daya
lain yang terhubung ke Internet atau jaringan pribadi. Ini mengaitkan berbagai
informasi dengan nama domain yang ditetapkan untuk masing-masing entitas yang
berpartisipasi. DNS menerjemahkan nama domain yang lebih mudah dihafal ke
alamat IP numerik yang diperlukan untuk mencari dan mengidentifikasi layanan
dan perangkat komputer dengan protokol jaringan yang mendasarinya. Dengan
menyediakan layanan direktori terdistribusi di seluruh dunia, DNS telah menjadi
komponen penting dari fungsi Internet sejak 1985.
DNS
mendelegasikan tanggung jawab untuk menetapkan nama domain dan memetakan
nama-nama tersebut ke sumber daya Internet dengan menunjuk server nama resmi
untuk setiap domain. Administrator jaringan dapat mendelegasikan wewenang atas
sub-domain dari ruang nama yang dialokasikan untuk server nama lain. Mekanisme
ini menyediakan layanan terdistribusi dan toleran terhadap kesalahan dan
dirancang untuk menghindari database pusat tunggal yang besar.
Macam-Macam DNS
Informasi yang diminta user dalam
sistem DNS disebut dengan DNS record. Ada beberapa jenis informasi yang bisa
diminta dalam sistem DNS. Berikut adalah 10 DNS record yang paling sering
dijumpai.
1)
A Record atau Address record, yaitu menyimpan
informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.
2)
AAA Record, yaitu menyimpan informasi hostname
dan hubungannya dengan IPv6 address.
3)
MX Record, yaitu merekam server SMTP yang khusus
digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.
4)
CNAME Record, yaitu digunakan untuk me-redirect
domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak
perlu memperbarui DNS record.
5)
NS Record, yaitu merujuk subdomain pada
authoritative name server yang diinginkan. Record ini berguna jika subdomain
Anda di web hosting berbeda dengan domain.
6)
PTR Record, yaitu memberikan izin pada DNS
resolver untuk menyediakan informasi soal IP Address dan menampilkan hostname
(reverse DNS lookup).
7)
CERT Record, yaitu menyimpan sertifikat enkripsi
atau sertifikat keamanan.
8)
SRV Record, yaitu menyimpan informasi terkait
lokasi komunikasi, semacam Priority, Name, Weight, Port, Points, dan TTL
9)
TXT Record, yaitu membawa dan menyalurkan data
yang hanya bisa dibaca oleh mesin.
10) SOA
Record, yaitu bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian yang sama
juga merujuk pada Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah
domain.
Struktur DNS
DNS merupakan sebuah hirarki
pengelompokan berdasarkan nama yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya
sebagai berikut.
1)
Root-Level Domain
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur
hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan
root domain. Root domain diekspresikan berdasarkan periode, dimana lambang
untuk root domain adalah “.” (titik).
2)
Top-Level Domain
Merupakan rujukan terakhir setelah tanda titik dalam sebuah nama
komersial. TLD dibagin menjadi 2 yakni sebagai berikut.
a.
Generic Top Level Domain (GTLD)
Domain ini digunkan untuk organisasi atau institusi pemerintahan. Berikut
adalah contoh GTLD.
Com (comersial) untuk organisasi komersial
Edu (education) institusi pendidikan
Gov (goverment) organisasi pemerintahan non militer
Org (organization) organisasi non-profit
Net (network) backbone internet
Mil (military) organisasi pemerintahan militer
Int (international) organisasi internasional
b.
Country Code Top Level Domain (ccTLD)
Dipergunakan untuk kode negara atau wilayah dependensi, terdiri dari dua
huruf, misalnya .jp untuk Jepang, .id untuk Indonesia, .uk untuk United
Kingdom, dll.
3)
Second-Level Domains
Dapat berisi host atau domain lain yang disebut subdomain. Untuk contoh
domain Computer Science, computerscience.com terdapat komputer (host) seperti
server1.computerscience.com dan subdomain training.computerscience.com
subdomain.computerscience.com juga terdapat komputer (host) seperti
client1.computerscience.com. Second level di Indonesia antara lain go.id untuk
lembaga pemerintahan Indonesia, mil.id untuk militer Indonesia dan sch.id untuk
lembaga pendidikan tingkat sekolah. Beberapa struktur domain .id di bawah
second level domain adalah sebagai berikut.
.ac : akademik
.co : company
.or : organisasi
.net : network
.go : government
.mil : military
.sch : school
.web : website
4)
Host Name
Domain
yang digunakan dengan hostname akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh jika terdapat
fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah hostname dan detik.com adalah
domain name. Keberadaan DNS ini terdistribusi diselurh dunia. Dengan
pendistribusian ini maka masing-masing organisasi bertanggung jawab atas
database yang berisi informasi mengenai jaringannya sendiri. Misalnya DNS
server UNUD hanya bertanggung jawab atas unud.ac.id.
Kelebihan DNS
Berikut ini adalah beberapa
manfaat penggunaan DNS dalam aktivitas berinternet.
1)
Lebih Mudah untuk Berinternet. Dibanding
mengingat deretan angka IP address, tentu akan lebih nyaman untuk mengingat
nama website. Hadinya DNS telah berhasil menjembatani komunikasi antara
pengguna internet dengan komputer.
2)
Lebih Konsisten dalam Penggunaan. Anda bisa
menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan pada IP Address yang
digunakan. Dengan demikian, akses pengunjung ke salah satu website tetap bisa
dilakuakan meskipun telah terjadi penggantian IP Address.
3)
Lebih Mudah Dikonfigurasi. Saat terjadi kendala
pada IP Address yang digunakan, Anda bisa mengganti dengan IP yang berbeda
dengan mudah. Cukup dengan melakukan update data pencocokan DNS dan IP Address.
Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Cara Kerja DNS.
4)
Lebih Aman. Ketika menggunakan sistem DNS, semua
aktivitas transfer data online akan melalui server DNS yang terjaga
keamanannya. Sistem tersebut akan mencegah upaya peretasan yang coba dilakukan
oleh pihak tidak bertanggung jawab. Jadi, website akan menjadi lebih aman.
Aplikasi DNS
1)
BIND
BIND adalah standar DNS server yang digunakan saat ini. Produk ini
merupakan perangkat lunak bebas yang didistribusikan dengan platform yang
paling UNIX. Berkeley Internet Name Domain (BIND) adalah server DNS yang paling
umum digunakan di Internet, khususnya di Linux / BSD dan UNIX sistem.
2)
Dnsmasq
Dnsmasq ringan dan mudah dalam pengkonfigurasian DNS forwarder. Karena
pada dasarnya dnsmasq ini diperuntukkan dalam jaringan yang berskala kecil.
3)
Djbdns
Di rancang oleh Daniel J. Bernstein, pada tahun 2004. Pada bulan Maret
2009, dia membayar $1000 kepada orang pertama yang berhasil menembus keamanan
dari djbdns.
4)
Unbound
Unbound dirilis tanggal 20 Mei 2008 yang kemudian dilisensikan oleh NLnet
dan Verisign inc. Perangkat lunak ini merupakan open source yang bekerja dengan
cara mengvalidasi rekursif dan cache terhadap DNS server sehingga menghasilkan
kinerja yang lebih baik.
5)
Geografis DNS Daemon
Geografis
DNS Daemon yang sering disebut dengan gdnsd ini ditulis dalam bahasa C.
Aplikasi ini tidak menawarkan bentuk caching dan layanan rekursif serta tidak
mendukung DNSSEC (DNS Security) sehingga memakan sedikit memory dan kinerjanya
yang lebih cepat.
Instalasi DNS Server
1) Buka virtual mesin yang di dalamnya di install
sistem operasi linux debian, versi debian yang digunakan dapat dipiih sesuai
kemauan masing-masing, disini digunakan debian versi 6. Setelah itu sistem
operasi linux debian versi 6 tersebut berperan sebagai komputer server.
Sedangkan yang berperan sebagai komputer client adalah komputer utama yang mana
memiliki sistem operasi windows.
2) Buka terminal pada sistem operasi linux debian
tersebut kemudian masuk ke root/user dengan mengetik perintah berikut ini.
su
–
Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.
3) Setelah login sebagai root/user maka selanjutnya
menginstal aplikasi DNS server dengan
mengetik perintah berikut ini.
apt-get
install bind9
4)
Selanjutnya mengatur IP address dengan mengetik
perintah berikut ini.
nano
/etc/network/interfaces
5)
Dalam konfigurasi ip address, interface ethernet
diatur secara static kemudian mengisi
IP address, netmask, serta gateway pada range kelas C. Pembuatan IP address
tersebut ditujukan agar komputer server dan komputer client dapat terkoneksi.
Pengisian tersebut dilakukan setelah # The primary network interface yakni sebagai berikut.
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
6) Penyelesaian pengisian IP address, netmask, dan
gateway diakhiri dengan melakukan restart jaringan pada sistem operasi linux
debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.
service
networking restart
7)
Untuk melihat hasil konfigurasi IP address maka
dapat kembali lagi mengetikan perintah berikut ini.
Ifconfig
Konfigurasi DNS Server
1) Setelah penginstalan DNS server sudah selesai,
maka dapat mengetik perintah untuk memulai konfiguari DNS server, yaitu
terlebih dahulu memasuki direktori aplikasi DNS yang sudah di instal sebelumnya, yakni sebagai berikut.
cd /etc/bind
2) Setelah itu dilanjutkan dengan mengetik perintah untuk mengkonfigurasi DNS server, yakni sebagai berikut.
nano named.conf.local
Pada saat masuk named.conf.local maka
diharuskan untuk menambahkan beberapa zone berikut, dan dalam melakukan hal ini
diperlukan ketelitian agar konfigurasi DNS tidak salah.
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
3) Tahap selanjutnya adalah meng-copy (menyalin) file db.local ke db.politala, selanjutnya meng-copy file db.127 ke db.96, kemudian meng-copy file db.local ke db.rahmi.net. untuk melakukan hal tersebut ketikkan perintah berikut ini setelah memasuki aplikasi DNS sebelumnya.
4) Setelah file db.local di-copy ke db.politala maka pada file db.politala dilakukan edit dengan mengetikkan perintah nano yakni sebagai berikut.
nano db.politala
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
5) Setelah file db.127 di-copy ke
db.96 maka pada file db.96 dilakukan edit dengan mengetikkan perintah nano
yakni sebagai berikut.
nano db.96
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
6) Setelah file db.local di-copy ke
db.rahmi.net maka pada file db.rahmi.net dilakukan edit dengan mengetikkan
perintah nano yakni sebagai berikut.
nano db.rahmi.net
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
7) Selanjutnya mengisi komponen berikut pada resolv.conf
dengan terlebih dahulu mengetikkan perintah berikut.
nano
/etc/resolv.conf
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
8)
Penyelesaian konfigurasi DNS server diakhiri
dengan melakukan restart aplikasi DNS pada sistem operasi linux debian
tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.
service
bind9 restart
9) Tahap berikutnya adalah melakukan pengujian terhadap
pembuatan beberapa domain yang sudah dibuat dalam konfigurasi DNS dengan
menggunakan tool nslookup, jika berhasil maka akan muncul IP dari domain yang diuji
menggunakan tool tersebut. Disini terlebih
dahulu dilakukan pengujian DNS pada komputer server.
10) Untuk
mengoneksikan IP address antara komputer server yakni sistem operasi linux
debian yang berada pada virtual mesin dan komputer client yaitu komputer utama
yang memiliki sistem operasi windows secara DHCP, maka pada port virtual mesin
komputer utama (client) diatur secara DHCP. Untuk menemukan port tersebut dapat
menemukannya di bagian Control Panel →
Network and Internet → Network and Sharing
Center → Change adapter settings. Kemudian klik kanan
pada port yang digunakan pada debian dan pilih bagian Properties.
Pilih Internet Protocol Version
4(TCP/IP).
Pilih Use the following IP address
untuk mendapatkan IP komputer secara static dengan range IP sama dengan IP server
dan subnetmask yang memiliki kelas yang sama dengan subnetmask server yaitu
kelas C, dan kemudian pilih Use the
following DNS server address.
11) Untuk
memastikan komputer server telah terkoneksi atau tidak dengan komputer client,
maka bisa melakukan ping IP address,
serta ping DNS yang sudah di buat
pada komputer server pada command prompt komputer client.
12) Hasil ping pada komputer client menghasilkan Replay, itu artinya komputer client dan komputer server telah terkoneksi, maka bisa dilanjutkan proses pengujian kembali terhadap domain yang sudah dibuat dalam konfigurasi DNS pada komputer server dengan menggunakan tool nslookup, jika berhasil maka hasilnya akan sama seperti pada komputer server, yaitu akan muncul IP dari domain yang diuji menggunakan tool tersebut pada command prompt komputer client.


Komentar
Posting Komentar