KONFIGURASI INTERNET GATEWAY PADA DEBIAN 6
Internet
Gateway
Gateway merupakan sebuah
perangkat dalam komputer yang difungsikan untuk menghubungkan sebuah jaringan
komputer dengan satu jaringan komputer yang lain atau lebih yang menggunakan
protocol informasi yang tidak sama. Hal ini membuat sebuah informasi dari satu
jaringan komputer dapat diteruskan pada jaringan komputer yang lain yang
memilik protocol yang berbeda.Gateway atau yang sering disebut juga dengan
“Gerbang Jaringan” merupakan sebuah perangkat yang dapat memudahkan pengguna
komputer dan internet. Salah satu aplikasi atau contoh dari penggunaan Gateway
yang dapat kita lihat adalah pada Email. Seperti yang kita tahu bahwa
pertukaran email dapat dilakukan meskipun dalam sistem yang tidak sama. Kini,
seiring dengan semakin merebaknya penggunaan internet, pengertian Gateway pun
sering melakukan pergeseran atau mengalami salah arti. Banyak orang yang
menyamakan Gateway dengan Router, tapi sebenarnya Gateway.
Fungsi Internet Gateway
1) Sebagai
protocol converting
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gateway merupakan perangkat
penghubung antara dua komputer dengan protokol yang berbeda. Maka, jika kedua
komputer tersebut kemudian ingin saling terhubung, maka sudah menjadi fungsi
gateway untuk menyelaraskan kedua protokol tersebut, sehingga dapat saling terkait
dan terhubung. Jaringan gateway mampu dioperasikan pada tiap tingkat yang
terdapat pada model lapisan OSI (Open System Interconnection). Untuk
mengkonversi protokol, gateway mengkonfigurasikannya dalam sebuah perangkat
lunak.
2) Mempermudah
akses terhadap informasi
Setelah berhasil mengkonversi protokol dan menyelaraskannya, selanjutnya
gateway berfungsi untuk mempermudah pengguna mendapatkan akses terhadap
informasi, sebab kedua komputer telah saling terhubung dan siap untuk saling
bertukar data atau informasi. Tentu saja tanpa adanya gateway, pertukaran data
antar dua komputer yang berbeda protokol tidak akan bisa dimungkinkan.
3) Berbagi
perangkat keras
Lebih khususnya, untuk printer server misalnya. Jika dalam sebuah
jaringan kantor atau lainnya terdapat satu buah printer yang ingin digunakan
bersama-sama, maka penerapannya dapat menggunakan sistem gateway.
4) Pengamanan
serta pengaturan data
Dengan adanya gateway, organisasi atau perusahaan akan lebih mudah untuk
mengintegrasi dan mengorganisasi data penting perusahaan. Tentu dalam sebuah
perusahaan atau organisasi terdapat berbagai macam departemen yang bekerja
terpisah-pisah. Terutama bagi komputer-komputer yang digunakan di sebuah
perusahaan atau lingkungan bisnis. Untuk itulah kemudian gateway diperlukan
untuk saling menghubungkan komputer sehingga setiap departemen dapat berbagi
info dan data dan khusus untuk orang-orang yang berkepentingan saja. Untuk hal
ini, biasanya ada satu admin yang bertugas untuk mengontrol keamanan dan
pengaturan datadata tersebut.
5) Menstabilkan
dan meningkatkan performa komputasi
Dengan
adanya jaringan yang dibentuk oleh gateway, jika suatu saat ingin dilakukan peningkatan
performa komputasi, maka tugas-tugas komputasi tersebut dapat dibagibagi secara
merata ke setiap komputer sehingga lebih stabil dan performanya meningkat.
Cara Kerja Internet Gateway
Gateway bekerja seperti layaknya
pintu untuk mencapai jaringan lain. Setiap gerbang paling tidak memiliki 2
macam interface jaringan. Misalnya saja ketika mengakses internet, sebuah
alamat website dapat ditempuh jika sudah melalui gateway yang telah memberikan
arah dan rute untuk sebuah paket data dapat sampai ke tujuan. Bayangkan
misalnya ada perumahan kecil yang letaknya di dalam satu kompleks perumahan
yang lebih besar. Perumahan besar tersebut dikelilingi dengan jalan besar. Jika
diibaratkan seperti ini, maka jalan besar adalah jaringan besar, yang memiliki
struktur berbeda dengan perumahan besar dan kecil.
Kemudian, jika penghuni di
perumahan kecil ingin mencapai rumahnya, tentu dibutuhkan pintu gerbang
perumahaan yang pastinya dibangun di dekat jalan besar. Jalan besar biasanya
tidak berbatasan langsung dengan perumahan kecil, walau terhubung dengan
perumahan besar. Nah, gateway sendiri merupakan gerbang yang terletak di
pinggir jalan besar tersebut, dengan router merupakan jalan menuju rumah di
perumahan kecil.
Gateway juga bisa disebut sebagai
router yang bertugas meneruskan lalu lintas suatu jaringan ke jaringan lain
atau ke internet. Gateway ini bertindak sebagai perangkat perantara antara
komputer di satu jaringan dengan komputer lain di jaringan lainnya. Semua lalu
lintas antar jaringan tersebut harus melalui pintu gerbang (gateway).
Konfigurasi Internet
Gateway
Dalam melakukan percobaan
internet gateway diperlukan komputer client yang akan menerima jaringan
internet dari router gateway, karena melakukan percobaan pada virtual mesin
maka terlebih dahulu instal komputer client selanjutnya akan di instal juga
router gateway pada virtual mesin yang sama. Disini yang berperan menjadi komputer client adalah windows
XP, sedangkan yang menjadi router gateway adalah debian 6. Dengan demikian
router gateway (debian 6) akan meneruskan jaringan internet dari wifi komputer
utama ke komputer client yaitu windows XP. Berikut adalah langkah-langkah untuk
mengkonfigurasi router gateway serta melakukan percobaan pada tahap akhir.
1)
Buka virtual mesin kemudian klik Create a New Virtual Machine.
2)
Memilih tipe konfigurasi yaitu disini digunakan
tipe Typical, kemudian klik Next.
3) Memasukkan DVD debian yang akan di insall,
disini yang digunakan adalah DVD 1, kemudian klik Next.
4)
Menentukan nama serta lokasi virtual mesin yang
akan di instal, kemudian klik Next.
5) Menentukan kapasitas hardisk yang ingin
digunakan, karena disini debian hanya digunakan sebagai router gateway maka
cukup digunakan sebanyak 10 GB saja kemudian klik Next.
6) Mengatur hardware virtual yang digunakan dengan
mengklik CostomizeHardware terlebih
dahulu.
7)
Mengatur memory yang digunakan.
8) Mengatur Network Adapter, karena disini debian
berperan sebagai router gateway, maka diperlukan dua adapter yaitu berupa
adapter bridge untuk menjembatani jaringan internet pada komputer utama ke
komputer client (windows XP) dan adapter host-only agar jaringan internet pada
komputer utama dapat diterima pada router gateway. Untuk menambah adapter
pertama yaitu adapter bridge maka klik radio button Bridged, kemudian klik Add.
Selanjutnya pilih Network Adapter,
kemudian klik Finish.
Setelah itu klik radio button Host-only
untuk adapter kedua. Kemudian Close
pengaturan hardware virtual.
Klik Finish untuk
menyelesaikan pengaturan virtual mesin untuk router gateway yang akan di
instal.
9)
Tahap selanjutnya yaitu mengatur Virtual Network Editor.
Klik Change Settings.
10) Pada Host-only di nonaktifkan pengaturan penggunaan DHCP lokal, agar DHCP dapat dari router nantinya.
11) Pada
Bridged diatur secara otomatis.
12) Berikutnya
instalasi debian untuk router gateway siap dijalankan.
13) Selanjutnya klik Install untuk memulai proses penginstalan debian 6. Untuk penginstalan debian dapat menekan tombol enter, up, down, left, dan right pada keyboard untuk mengatur setting pada debian yg di install.
14) Pada
tampilan memilih bahasa yang ingin digunakan maka disarankan memilih bahasa
internasional yaitu bahasa inggris.
15) Pada tampilan memilih lokasi, maka di atur sesuai lokasi wilayah keberadaan pengguna, jika pengguna berasal dari Asia maka pilih Other terlebih dahulu.
16) Memilih
Asia.
17) Memilih Indonesia yang berada dalam wilayah Asia.
18) Memiih
United States untuk default local settings.
19) Memilih keyboard yang ingin digunakan yaitu American English.
20) Menunggu proses Scanning CD-ROM dan Loading additional components.
21) Tahap
berikutnya yaitu mengkonfigurasi network, disini sesuai dengan yang di atur
sebelumnya yaitu terdapat dua adapter. Eth0
di asumsikan sebagai Bridge
sedangkan eth1 diasumsikan untuk
client. Oleh karena itu tekan enter pada eth0
karena adapter tersebut bridge
ke arah internet di komputer utama.
22) Mengisi hostname yang ingin digunakan.
23) Selanjutnya
mengisi domain, tetapi karena disini debian digunakan sebagai router maka
domain name dapat dikosongkan saja.
24) Pada tahap Set up users and passwords maka terlebih dahulu mengisi root password.
25) Setelah
mengisi password maka tentunya akan mengkonfirmasi kembali password yang
digunakan.
26) Mengisi Full name user debian.
27) Mengisi
Username untuk akun di debian.
28) Mengisi password sebagai pengguna baru.
29) Setelah
mengisi password user maka tentunya akan mengkonfirmasi kembali password yang
digunakan.
30) Memilih zona waktu yang digunakan pada debian.
31) Menunggu
proses Loading additional components.
32) Mengatur disk partisi untuk debian yang di install, karena debian hanya di gunakan sebagai router maka dapat memilih Guided – use entire disk.
33) Tekan
enter untuk melanjutkan konfigurasi
partisi.
34) Pilih All file in one partition (recommended for new users).
35) Untuk
menyelesaikan pengaturan partisi yang digunakan untuk debian(router) yang di
instal maka pilih Finish partitioning
and write changes to disk.
36) Setelah itu pilih Yes sebagai konfirmasi pengaturan partisi yang sudah di atur.
37) Menunggu
proses pemasangan sistem dasar.
38) Memilih No untuk pemindaian CD dan DVD lainnya, karena disini debian hanya digunakan sebagai router maka cukup menggunakan DVD 1 saja.
39) Selanjutnya menunggu proses penginstalan boot loader.
40) Pilih
Yes untuk memasang boot loader GRUB.
41) Selanjutnya menunggu kembali proses penginstalan boot loader lanjutan.
42) Setelah
beberapa saat instalasi selesai, pilih Continue
untuk menyelesaikan proses instalasi.
43) Setelah itu sistem akan melakukan proses booting ulang untuk memulai menggunakan debian 6.
44) Setelah
berhasil masuk ke sistem operasi debian, login menggunakan root/user. Masukan
password yang sudah di tetapkan jika saat penginstalan sudah diatur password
user/root.
45) Instalasi debian 6 sebagai router gateway di VMware selesai dan siap untuk dikonfigurasi.
46) Tahap
selanjutnya yaitu mengatur IP address pada router. Hal yang dilakukan yaitu membuka
terminal pada sistem operasi linux debian tersebut kemudian masuk ke root/user
dengan mengetik perintah berikut ini.
su
–
Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.
47) Dapat
diketahui debian tersebut sudah memiliki dua adapter yaitu eth0 dan eth1 sehingga
debian sudah siap dikonfigurasi sebagai router. Setelah login sebagai root/user
maka selanjutnya mengatur IP address dengan mengetik perintah berikut ini.
nano
/etc/network/interfaces
48) Dalam
konfigurasi ip address, interface eth0
diatur secara DHCP sehingga akan mendapatkan IP secara otomatis dari jaringan
internet (wifi) dari komputer utama. Sedangkan interface eth1 diatur secara static kemudian mengisi IP address serta netmask pada range kelas C.
Pembuatan IP address tersebut ditujukan agar router dan komputer client dapat terkoneksi.
Pengisian tersebut dilakukan setelah # The primary network interface yakni sebagai berikut.
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
49) Untuk
melihat hasil konfigurasi IP address maka dapat mengetikan perintah berikut
ini.
Ip
addr
Dapat dilihat untuk adapter dengan pengaturan static belum mendapatkan IP
address sesuai konfigurasi selanjutnya, oleh karena itu dapat melakukan reboot
pada router.
50) Setelah
proses reboot selesai, dapat memeriksa kembali hasil konfigurasi IP address. Berikut
hasilnya.
51) Jika
konfiurasi IP address sudah selesai, maka dapat melakukan pengujian koneksi
router terhadap jaringan internet dari komputer utama, yaitu dengan melakukan
ping pada domain google.
Jika berhasil maka router sudah menerima jaringan internet dan siap untuk mem-bridge jaringan internet tersebut ke komputer client yaitu windows XP.
52) Berikutnya
yaitu mengisi nameserver pada router. Nameserver merupakan suatu database atau
server dan didalamnya terdapat domain name dan IP address. Karena pada router
ini belum dikonfigurasi bagian DNS nya, maka pada bagian nameserver untuk
komputer client diisi dengan domain google. Untuk melakukan hal tesebut maka
dapat mengetikkan perintah berikut.
nano
/etc/resolv.conf
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
53) Menambahkan
IPTables untuk pengatur lalu lintas data pada router dengan mengetikkan
perintah berikut.
nano /etc/rc.local
54) Mengaktifkan
IP forward sebagai fungsi untuk meneruskan paket yang berasal dari jaringan
satu ke jaringan lain yang berbeda. Berikut perintah yang digunakan untuk
melakukan hal tersebut.
nano
/etc/rc.local
55) Setelah melakukan beberapa konfigurasi router, maka dapat melakukan reboot kembali.
56) Jika reboot sudah selesai, maka dapat melakukan pengujian koneksi router terhadap jaringan internet dari komputer utama kembali.
57) Beralih ke komputer client, yaitu Windows XP. Sebelumnya ubah terlebih dahulu network adapter windows XP menjadi Host-only. Cara yang dilakukan adalah klik kanan pada tulisan nama virtual mesin kemudian klik Settings → Network Adapter → Host-only.
58) Pada
komputer client juga diatur IP addres nya yaitu berada pada kelas dan range
yang sama dengan router. Untuk melakukan hal ini dapat menuju ke menu Control Panel dengan mengklik Start pada windows XP.
Pilih Network and Internet Connections.
Pilih Internet Options.
Jika sudah menemukan port LAN, maka disinilah IP address komputer client dapat diatur yaitu pertama dengan mengklik kanan pada port kemudian memilih Properties.
Pilih Internet Protocol (TCP/IP)
kemudian klik button Properties.
Selanjutnya dapat mengisi IP address, Subnet mask, Default gateway, serta DNS. Pada bagian DNS diisi dengan domain google yaitu sama dengan domain yang diisi pada nameserver di router.
59) Selanjutnya
dapat melakukan pengujian koneksi antara router dengan komputer client dengan
melakukan ping pada command prompt komputer client. Pengujian dilakukan dengan
melakukan ping pada IP address router serta melakukan ping pada domain google. Jika
menghasilkan replay, artinya komputer client dan router telah terkoneksi.
60) Tahap terakhir yaitu melakukan percobaan pada browser komputer client, jika dapat mengakses halaman website yang di inginkan maka dengan demikian router gateway berhasil dilakukan.

Komentar
Posting Komentar