INSTALLASI DAN KONFIGURASI MAIL SERVER PADA DEBIAN 6

 

Mail Server

Mail server adalah aplikasi yang digunakan untuk mengirimkan e-mail. Sesuai dengan namanya sever mail yang merupakan pusan kendali e-mail, mail server senantiasa menerima pesan dari e-mail client yang berasal dari client, atau bahkan dari server e-mail lain.

Mail Server biasanya dikelola oleh seorang yang biasanya dipanggil postmaster. Tugas dari postmaster adalah mengelola account, memonitor kinerja server, dan tugas administratif lainnya. Proses pengiriman e-mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat e-mail di kirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user.

Cara Kerja Mail Server

Pada mail server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. Server yang biasa menangani outgoing e-mail adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani e-mail adalah POP3(Post Office Protocol) pada port 110.

Saat e-mail dikirim maka akan langsung ditangani oleh SMTP server dan akan dikirim  ke SMTP tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP server yang ada pada jalur tujuannya. Apabila server terkoneksi ke jaringan maka pesan akan langsung di kirim, tapi apa bila server tidak terkoneksi ke jaringan maka pesan akan dimasukkan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit. Apabila dalam 5 hari server tidak juga terkoneksi jaringan maka akan muncul pemberitahuan undeliver notice ke inbox pengirim.

Apabila e-mail terkirim maka akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. Jika menggunakan POP3 server user akan membaca file pesan maka komputer user akan mendownload file pesan dari server sehingga file tersebun hanya akan ada pada komputer user tersebut. Sehingga user dapat membaca pesan yang telah di download tersebut. Berbeda dengan IMAP server yang mempertahankan e-mail pada server sehigga e-mail dapat di buka kembali pada device yang berbeda.

Komponen Mail Server

Secara umum, semua server email terdiri dari tiga komponen yaitu MTA, MDA, dan MUA. Setiap komponen memiliki peran spesifik dalam proses memindahkan dan mengelola email. Berikut penjelasan mengenai tiga komponen tersebut.

1)    MUA (Mail User Agent) adalah program aplikasi yang bertugas untuk menerima dan membaca data email, kita sering menyebutnya dengan istilah ‘Inbox‘. Di dalam MUA juga ditanamkan perintah-perintah untuk membuat dan mengirimkan pesan, istilah umumnya ‘Compose‘ dan ‘Send‘. Contoh komponen MUA antara lain Thunderbird, Outlook, GMail berbasis web, dan Yahoo!Mail berbasis web. MUA biasa disebut juga sebagai email client. Banyak orang menggunakan email client berbasis web seperti GMail dan Yahoo!Mail karena lebih mudah penggunaannya, namun apabila user membutuhkan space yang lebih besar (khususnya untuk keperluan bisnis) maka user harus berinvestasi untuk membangun mail server sendiri.

2)   MTA (Mail Transport Agent) adalah komponen yang mengandung protokol pengiriman email, tugasnya untuk mengurus bagian pengiriman email. Fungsi-fungsi MTA di antaranya menerima dan memproses email yang masuk serta menentukan alamat tujuan serta mempertimbangkan metode bagaimana email tersebut akan dikirim. Contoh komponen MTA antara lain Microsoft Exchange, Postfix, Sendmail, dan Qmail. MTA bisa disebut juga sebagai inti/core dari mail server, karena itu orang umumnya menyebut MTA sebagai mail server itu sendiri.

3)     MDA (Mail Delivery Agent) adalah bagian dari program mail server yang bertugas sebagai agen pengiriman. MDA memiliki dua komponen yaitu database dan delivery agent.

Protokol Mail Server

Mail server memiliki dua kategori protokol, yaitu  protokol surat keluar (SMTP) dan protokol surat masuk (IMAP dan POP3). Berikut penjelasan dari protokol-protokol tersebut.

1)      SMTP atau Simple Mail Transfer Protocol

SMTP adalah protokol standar untuk transmisi atau pengiriman email. Protokol ini bertugas melakukan komunikasi dengan server untuk mengirimkan email dari lokal email ke server email.  Dalam proses kerjanya, SMTP dikontrol oleh MTA yang ada pada email server Anda.

2)      POP3 atau Post Office Protocol

POP 3 adalah versi ketiga dari metode penerimaan email. POP3 menerima dan menyimpan email untuk seseorang sampai mereka mengambilnya. POP3 adalah protokol server/client tempat di mana email dikirimkan dari server menuju email lokal. POP3 bekerja dengan mengontak server email, lalu mengunduh semua pesan baru dari email lokal. Setelah mengunduhnya, mereka akan hilang dari server.  Jadi, jika memutuskan untuk memeriksa email dengan gadget yang berbeda, pesan yang sudah diunduh sebelumnya tidak akan ada lagi. Itulah mengapa, ada baiknya untuk melakukan back up. POP3 cocok digunakan untuk Anda yang biasanya membuka email dengan hanya satu gadget.

3)      IMAP atau Internet Message Access.

IMAP memungkinkan dapat mengakses email di mana pun, biasanya diakses melalui internet. Ketika membaca email menggunakan IMAP, sebenarnya tidak mengunduh atau menyimpannya ke komputer, tetapi membacanya melalui server.

Jenis Mail Server

Berdasarkan program dan sistem pengoperasiannya, Mail server dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Berikut merupakan jenis jenis mail server yang ada:

1)      Sendmail

Bagi para pengguna sistem operasi Linux atau Unix, jenismail server yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Sendmail tercatat banyak digunakan oleh para pengguna OS Linux/Unix karena menjadi sistem mail sever yang paling standar.

2)      Postfix

Postfix adalah jenis mail server yang dibuat berdasarkan hasil pengembangan lebih lanjut dari Sendmail. Menariknya, Postfix juga sudah dapat dijalankan pada sistem operasi Mac OS X selain Linux/Unix jadi tidak heran jika server ini biasa dijadikan opsi untuk menggantikan server Sendmail.

3)      Qmail

Berbeda dari dua jenis mail server sebelumnya, mail diklaim sebagai mail server paling aman yang saat ini bisa didapatkan. Asumsi tersebut muncul berdasarkan fakta bahwa Qmail belum memiliki celah sedikitpun terkait potensi yang dapat menggangu atau merusak sistem keamanan. Qmail sendiri juga tercatat digunakan oleh provider layanan email gratisan seperti Yahoo dan Hotmail.

Instalasi dan Konfigurasi Mail Server

1)      Buka virtual mesin yang di dalamnya di install sistem operasi linux debian, versi debian yang digunakan dapat dipiih sesuai kemauan masing-masing, disini digunakan debian versi 6. Setelah itu sistem operasi linux debian versi 6 tersebut berperan sebagai komputer server. Sedangkan yang berperan sebagai komputer client adalah komputer utama yang mana memiliki sistem operasi windows.

2)      Buka terminal pada sistem operasi linux debian tersebut kemudian masuk ke root/user dengan mengetik perintah berikut ini.

su –

Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.


3)      Setelah login sebagai root/user maka selanjutnya mengatur IP address dengan mengetik perintah berikut ini.

nano /etc/network/interfaces

4)      Dalam konfigurasi ip address, interface ethernet diatur secara static kemudian mengisi IP address, netmask, serta gateway pada range kelas C. Pembuatan IP address tersebut ditujukan agar komputer server dan komputer client dapat terkoneksi. Pengisian tersebut dilakukan setelah # The primary network interface yakni sebagai berikut.

Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

5)      Penyelesaian pengisian IP address, netmask, dan gateway diakhiri dengan melakukan restart jaringan pada sistem operasi linux debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

service networking restart

6)      Untuk melihat hasil konfigurasi IP address maka dapat kembali lagi mengetikan perintah berikut ini.

Ifconfig

7)      Sebelum melakukan penginstalan, maka terlebih dahulu merubah port jaringan virtual mesin menjadi host-only, agar jaringan yang berada pada komputer client (utama) akan otomatis masuk ke jaringan komputer server yang berada dalam virtual mesin. Cara yang dilakukan adalah klik kanan pada tulisan nama virtual mesin kemudian klik Settings Network Adapter → VMnet1(Host-only).


8)      Selanjutnya menginstal aplikasi mail server  yaitu postfix dengan mengetik perintah berikut ini. Disini masih menggunakan DVD 1 dan harus terhubung ke jaringan internet.

apt-get install postfix

Pada proses penginstalan akan muncul pemberitahuan berikut, kemudian klik ok.

Pilih Internet Site

Selanjutnya mengisi nama sistem mail, nama mail ini sebelumnya telah diatur pada konfigurasi DNS.

9)      Setelah itu dilanjutkan dengan penginstalan protokol mail server yaitu courier imap dan courier pop dengan menggunakan DVD 2. Oleh karena itu, tambahkan terlebih dahulu DVD 2 debian, yakni dengan klik kanan pada tulisan nama virtual mesin kemudian klik Settings CD/DVD → Iso.


Kemudian gunakan perintah apt-cdrom add untuk melakukan scan dvd pada sistem operasi linux debian yang digunakan.

10)  Berikut adalah perintah untuk menginstal protokol courier imap dan courier pop.

 apt-get install courier-imap courier-pop

Masukkan kembali DVD 1 dengan cara yang sama seperti memasukkan DVD 2 sebelumnya.

Setelah DVD 1 dimasukan, kembali lagi ke terminal debian, dan tekan enter pada keyboard untuk melanjutkan proses penginstalan.

Masukkan kembali DVD 2 dengan cara yang sama dengan sebelumnya.

Setelah DVD 2 dimasukan, kembali lagi ke terminal debian, dan tekan enter pada keyboard untuk melanjutkan proses penginstalan.

11)  Tahap terakhir penginstalan yaitu dengan memilih Yes pada pemberitahuan berikut.

12)  Tahap beriktunya yaitu melakukan konfigurasi postfix dengan mengetikkan perintah berikut.

nano /etc/postfix/main.cf

kemudian mengisi dengan home_mailbox = Maildir/ pada baris paling akhir di /etc/postfix/main.cf.

Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

13)  Selanjutnya membuat user yang digunakan untuk serah terima mail pada pengujian mail server.


14)  Penyelesaian konfigurasi postfix beserta protokol mail server yaitu courier imap dan courier pop diakhiri dengan melakukan restart aplikasi tersebut pada sistem operasi linux debian, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

etc/init.d/postfix restart

etc/init.d/courier-imap restart

etc/init.d/courier-pop restart

15)  Tahap selanjutnya yaitu melakukan penginstalan aplikasi webmail yaitu squirrelmail untuk keperluan membaca email dari masing-masing user mail yang sudah dibuat sebelumnya, dengan menggunakan perintah berikut.


Masukkan kembali DVD 1 dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

Setelah DVD 1 dimasukan, kembali lagi ke terminal debian, dan tekan enter pada keyboard untuk melanjutkan proses penginstalan.

Masukkan kembali DVD 2 dengan cara yang sama dengan sebelumnya.

Setelah DVD 2 dimasukan, kembali lagi ke terminal debian, dan tekan enter pada keyboard untuk melanjutkan proses penginstalan.

16)  Setelah aplikasi webmail squirrelmail sudah di install, maka dapat melakukan konfigurasi apache2 pada aplikasi tersebut dengan mengetikkan perintah berikut.

nano /etc/apache2/apache2.conf

Pada baris paling akhir di /etc/apache2/apache2.conf diisi dengan Include "/etc/squirrelmail/apache.conf".

Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

17)  Tahap berikutnya dilanjutkan dengan mengkonfigurasi apache squirrelmail dengan mengetikkan perintah berikut.

nano /etc/squirrelmail/apache.conf

Pada baris tag virtual host, tagar dihilangkan agar dapat dibaca oleh sistem, port virtual host diganti menjadi port 80, kemudian server name diganti dengan mail.politala.ac.id.

18)  Penyelesaian konfigurasi squirrelmail diakhiri dengan melakukan restart apache2 dan restart postfix pada sistem operasi linux debian, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

/etc/init.d/apache2 restart

/etc/init.d/postfix restart

19)  Tahap selanjutnya yaitu melakukan rekonfigurasi postfix dengan menggunakan perintah dpkg, yakni sebagai berikut.

dpkg-reconfigure postfix

Klik Ok.

Pilih Internet Site, dan klik Ok.

Mengisi nama sistem mail dengan nama yang sama seperti sebelumnya, dan klik Ok..

Biarkan root kosong, dan klik Ok.

Kemudian akan langsung muncul isi seperti berikut, dan klik Ok.

Klik No.

Selanjutnya mengisi pada akhir Local networks dengan 0.0.0.0/0, dan klik Ok.

Klik No.

Agar ukuran unlimited biarkan saja tetap pada angka 0, dan klik Ok.

Klik Ok

Selanjutnya pilih ipv4 karena sebelumnya IP dibuat dengan ipv4.

Rekonfigurasi postfix sudah selesai.

20)  Penyelesaian rekonfigurasi postfix diakhiri dengan melakukan restart apache2 dan restart postfix pada sistem operasi linux debian, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

/etc/init.d/postfix

/etc/init.d/apache2 restart

21)  Untuk mengetahui apakah IP komputer server bekerja atau tidak pada komputer client, maka dapat mengetikkan IP komputer server tersebut pada browser di komputer client.

22)  Tahap selanjutnya yaitu mencoba login ke web squirrelmail pada browser komputer client.

23)  Mencoba login pada web squirrelmail dengan menggunakan user yang telah dibuat sebelumnya pada komputer server (debian). Disini menggunakan akun rahmi1.

24)  Berikut tampilannya setelah login. Dapat dilihat akun rahmi1 belum menerima ataupun mengirim mail.

25)  Selanjutnya yaitu mencoba mengirim file berupa foto dengan Subject yang memiliki nama percobaan ke akun azika1 dengan mengklik Compose.

Pilih foto yang ingin dikirim.

Kemudian klik Send.

26)  Berikutnya yaitu memeriksa file yang dikirim dari akun rahmi1 ke akun azika1 dengan login ke akun azika1. Oleh karena itu, dapat terlebih dahulu Sign Out dari akun rahmi1.

27)  Login kembali menggunakan akun azika1.


28)  Setelah login menggunakan akun azika1, dapat dilihat terdapat mail yang masuk ke akun ini, yaitu dari akun rahmi1.

29)  Untuk melihat detail file yang diterima, dapat dilakukan dengan cara mengklik nama Subject yang diterima, yaitu percobaan. Berikut tampilannya.

Begitupun sebaliknya, akun azika1 juga dapat mengirim file ke akun rahmi1. Kegiatan ini dapat hanya dilakukan oleh user yang sudah di input pada konfigurasi mail server sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 6

INSTALASI DAN KONFIGURASI FTP SERVER PADA DEBIAN 6