INSTALASI DAN KONFIGURASI DHCP SERVER PADA DEBIAN 6

 

DHCP Server

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Pada  jaringan  komputer  yang besar konfigurasi    parameter TCP/IP    pada    masing-masing workstation  akan sngat merepotkan  dan  membutuhkan waktu            yang sangat lama,terutama ketika parameter TCP/IP  seperti  alamat  IP  dan subnetmask memerlukan perubahan. Dinamic Host Configuration Protokol       (DHCP) adalah layanan dari server yangdigunakan untuk mengkonfigurasi              secara Dinamik maupun Statis. TCP/IP host   yang   meminta  informasi konfigurasi     TCP/IP disebut DHCP Client,sedangkan TCP/IP   host yang   memberi Iformasi    konfigurasi TCP/IP disebut DHCP server.

Konfigurasi alamat IP pada DHCP client diberikan oleh administrator     jaringan pada server DHCP. DHCP digunakan untuk menyampaikan alamat IP tersebut yang di konfigurasi ke DHCP client. Pada metode ini administrator jaringan akan memberikan alamat IP pada host tertentu dari DHCP server.yang  artinya  alamat  IP yang sama akan selalu diberikan ke DHCP client tertentu.

Cara Kerja DHCP

DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client. DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

1)  DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8 atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

2)     DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut.

1)    DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.

2)  DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.

3)   DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.

4)  DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Fungsi DHCP

Untukmengadministrasi sebuah jaringan kecil, pemberian ip static sangat memudahkan bagi administrator jaringan.  Namun jika  jaringan  sudah  mulai  luas kemungkinan untuk menggunakan ip yang sama akan lebih besar sehingga menyebabkan konflik. Dengan dasar ini makapenggunaan DHCP (Dynamic        Host Configuration Protocol) Server sangat dianjurkan.

Fungsi utama dari DHCP Server ini adalah memberikan IP kepada host atau komputer yang tersambung kepada jaringan tersebut secara otomatis. Hal ini hanya   berlaku   jika   komputer tersebut   menggunakan   setting IP dengan    DHCP    atau di Windows mengaktifkan pilihan "Obtain IP Address Automatically". Bagaimana jika tetap   menginginkan   komputer menggunakan IP statis?   bisa saja  dengan demikian IP tersebut   tidak   akan   diberikan pada  komputer yang    akan meminta IP pada DHCP Server atau  mengganti  IP dari  sebuah host  yang  telah  menggunakan IP  yang sama  dengan  IP  statik yang digunakan.

Kelebihan DHCP

1)      Memudahkan dalam transfer data kepada PC Client lain atau PC Server. DHCP menyediakan alamat alamat IP Secara dinamis dan konfigurasi lain.

2)      DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidak bisa di pakai oleh client yang lain.

3)      DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.

4)      Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.

5)      Mencegah terjadinya IP Conflic atau IP yang bernilai sama dalam satu Network.

Kekurangan DHCP

Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconect dan saling tidak terhubung.

Instalasi DHCP Server

1)      Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa subnet IP pada virtual mesin. Jika sudah terisi, maka harus di kosongkan terlebih dahulu agar konfigurasi DHCP berhasil dilakukan baik DHCP server maupun DHCP client. Untuk melakukan hal tersebut, klik menu Edit pada virtual mesin, kemudian pilih Virtual Network Editor.

2)      Pada tab Virtual Network Editor, klik VMnet host-only, yaitu VMnet1.

Selanjutnya klik Change Settings untuk mengosongkan subnet IP. Kemudian klik OK.

3)      Pada sistem operasi linux debian yang ingin digunakan, ubah pengaturan Network Adapter menjadi host-only, yaitu dengan memilih VMnet1 (Host-only).


4)      Selanjutnya buka virtual sistem operasi linux debian, versi debian yang ingin digunakan, disini digunakan debian versi 6. Setelah itu sistem operasi linux debian versi 6 tersebut berperan sebagai komputer server. Sedangkan yang berperan sebagai komputer client adalah komputer utama yang mana memiliki sistem operasi windows.

5)      Buka terminal pada sistem operasi linux debian tersebut kemudian masuk ke root/user dengan mengetik perintah berikut ini.

su –

Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.


6)      Setelah login sebagai root/user maka selanjutnya mengatur IP address dengan mengetik perintah berikut ini.

nano /etc/network/interfaces

7)      Dalam konfigurasi ip address, interface ethernet diatur secara static kemudian mengisi IP address, netmask, serta gateway pada range kelas C. Pembuatan IP address tersebut ditujukan agar komputer server dan komputer client dapat terkoneksi. Pengisian tersebut dilakukan setelah # The primary network interface yakni sebagai berikut.

Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

8)  Penyelesaian pengisian IP address, netmask, dan gateway diakhiri dengan melakukan restart jaringan pada sistem operasi linux debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

service networking restart

9)      Selanjutnya dapat menginstal aplikasi DHCP server dengan mengetik perintah berikut ini.

apt-get install dhcp3-server

Konfigurasi DHCP Server

1)      Setelah penginstalan DHCP server sudah selesai, maka dapat mengetik perintah beberapa perintah untuk memulai konfiguari DHCP server. Pertama mengetik perintah untuk mengkonfigurasi subnet IP, netmask, range IP yang diperlukan dan yang lainnya, yakni sebagai berikut.

nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Pada saat masuk /etc/dhcp/dhcpd.conf maka diharuskan untuk menghapus semua tagar yang berdampingan dengan konfigurasi yang ingin dilakukan pada DHCP.

·         subnet 192.168.96.0 netmask 255.255.255.0 merupakan konfigurasi untuk subnet IP dan netmask yang digunakan. Konfigurasi ini harus sesuai dengan kelas IP dan netmask yang digunakan saat mengkonfigurasi IP address sebelumnya.

·         range 192.168.96.2 192.168.96.254 merupakan konfigurasi untuk range IP  yang digunakan untuk DHCP pada komputer client. Konfigurasi ini juga harus sesuai dengan kelas IP dan netmask yang digunakan saat mengkonfigurasi IP address sebelumnya.

·         option domain-name-servers 192.168.96.1 merupakan konfigurasi untuk DNS yang mana sebelumnya DNS server sudah dilakukan konfigurasi.

·         option domain-name “rahmi.net” merupakan konfigurasi untuk domain name yang sudah diatur pada konfigurasi DNS server sebelumnya.

·         option routers 192.168.96.1 merupakan konfigurasi untuk IP router yang digunakan, disini bisa diisi sesuai dengan IP addres yang telah di konfigurasi sebelumnya.

Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

2)      Tahap selanjutnya adalah mengatur port ethernet yang digunakan pada DHCP server. Pengaturan port yang digunakan telah dikonfigurasi sebelumnya pada bagian konfigurasi IP address, disini digunakan eth0 saja. Berikut perintah untuk mengatur port ethernet tersebut.

nano /etc/default/isc-dhcp-server

3)      Selanjutnya restart DHCP dengan cara mengetikkan perintah berikut. Saat restart DHCP biasanya dilakukan sebanyak sua kali, karena restart pertama biasanya akan muncul pesan failed.

/etc/init.d/isc-dhcp-server restart

4)      Untuk mengoneksikan IP address antara komputer server yakni sistem operasi linux debian yang berada pada virtual mesin dan komputer client yaitu komputer utama yang memiliki sistem operasi windows secara DHCP, maka pada port virtual mesin komputer utama (client) diatur secara DHCP. Untuk menemukan port tersebut dapat menemukannya di bagian Control Panel Network and Internet Network and Sharing Center Change adapter settings. Kemudian klik kanan pada port yang digunakan pada debian dan pilih bagian Properties.

Pilih Internet Protocol Version 4(TCP/IP).

Pilih Obtain an IP address automaticaly untuk mendapatkan IP komputer secara DHCP dan pilih Obtain DNS server address automatically.

5)      Untuk melihat hasil konfigurasi DHCP yang telah dilakukan pada sistem operasi linux debian sebelumnya yang berperan sebagai komputer server, dapat menglik kanan pada port yang digunakan pada debian dan pilih bagian Status Details.


Berikut adalah hasilnya.

6)      Untuk memastikan komputer server telah terkoneksi atau tidak dengan komputer client, maka bisa melakukan ping IP address pada command prompt komputer client terhadap komputer server yaitu terhadap sistem operasi linux debian pada virtual mesin. Oleh karena itu sebelumnya IP address pada komputer server sudah terlebih dahulu dibuat agar kedua komputer tersebut dapat saling terkoneksi.

Hasil ping pada komputer client menghasilkan Replay, itu artinya komputer client dan komputer server telah terkoneksi, dengan demikian konfigurasi DHCP telah berhasil dilakukan. 

7)      Untuk mengetahui hasil konfigurasi Ethernet adapter VMware Network Adapter yang digunakan yaitu VMnet1 pada komputer client, dapat mengetikkan perintah ipconfig pada command prompt. Berikut adalah hasilnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 6

INSTALASI DAN KONFIGURASI FTP SERVER PADA DEBIAN 6