KONFIGURASI SFTP PADA DEBIAN 6
SFTP
Server
SFTP (Secure
File Transfer Protocol) adalah cara aman untuk mentransfer file dari jaringan.
SFTP adalah cara komunikasi yang lebih aman dan didasarkan pada SSH (secure
shell). SSH adalah cara aman untuk menyediakan akses ke semua akun shell di
server jauh. SFTP hanya menggunakan satu saluran untuk data dan kontrol.
Sebelum berbagi
informasi antara dua komputer, SFTP memverifikasi identitas klien dan setelah
koneksi yang aman dibuat, ia mengirimkan informasi yang dienkripsi. Beberapa
fitur yang lebih penting termasuk melanjutkan transfer terputus, daftar
direktori, dan penghapusan file jarak jauh. Dibandingkan dengan protokol lain
(yaitu, Secure Copy Protocol, atau SCP), SFTP lebih ‘cair’ sebagai protokol dan
lebih independen terhadap platform. Jadi, SFTP memperkenalkan cara yang aman
untuk mentransfer file. Meskipun demikian, kita memiliki protokol FTP untuk
mentransfer file, tetapi waktu ketika FTP dirancang keamanan bukanlah masalah
utama.
Aplikasi Client SFTP
Berikut ini merupakan beberapa
aplikasi client FTP yang sering digunakan sesuai dengan sistem operasi
masing-masing komputer.
1)
FileZilla
FileZilla FTP Client merupakan FTP client yang banyak digunakan untuk
melakukan koneksi remote FTP dengan fitur yang lengkap. Aplikasi FTP ini
mendukung di beberapa sistem operasi terkenal seperti Linux dan Windows.
Kelebihannya adalah dapat melakukan transisi simultan. Ketika meng-upload file
tetapi koneksi terputus maka dapat diulang kembali. Namun aplikasi FTP ini
memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk mengunggah berkas (file),
jadi semakin banyak dan semakin besar berkasnya maka semakin lama pula proses
uploadnya.
2)
WINSCP
WinSCP merupakan aplikasi client FTP untuk pengguna Windows. Beberapa
protokol yang dapat ditangani oleh WinSCP adalah SFTP, SCP, FTP, dan WebDev.
Kelebihan dari WinSCP adalah dukungan SSH password, keyboard interaktif, public
key, dan otentikasi Kerberos. Selain juga terintegrasi dengan Pageant atas
dukungan penuh otentikasi kunci publik dengan SSH. Namun demikian, aplikasi FTP
ini hanya bisa digunakan di sistem operasi Windows.
3)
GFTP
GFTP merupakan aplikasi FTP client yang hanya tersedia di sistem operasi Linux. Aplikasi ini adalah proyek sumber terbuka, oleh karena itu dapat dikembangkan dan dipakai oleh siapa saja. GFTP sudah mendukung protokol FTP, FTPS, HTTP, HTTPS, SSH, FSP. Namun demikian, aplikasi FTP ini hanya bisa digunakan untuk melakukan koneksi FTP menggunakan antar jaringan lokal saja.
Instalasi FTP Server
1) Buka virtual mesin yang di dalamnya di install sistem operasi linux debian, versi debian yang digunakan dapat dipiih sesuai kemauan masing-masing, disini digunakan debian versi 6. Setelah itu sistem operasi linux debian versi 6 tersebut berperan sebagai komputer server. Sedangkan yang berperan sebagai komputer client adalah komputer utama yang mana memiliki sistem operasi windows.
2)
Buka terminal pada sistem operasi linux debian
tersebut kemudian masuk ke root/user dengan mengetik perintah berikut ini.
su -
Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.
3)
Setelah login sebagai root/user maka selanjutnya
mengatur IP address dengan mengetik perintah berikut ini.
nano /etc/network/interfaces
4)
Dalam konfigurasi ip address, interface ethernet
diatur secara static kemudian mengisi
IP address, netmask, serta gateway pada range kelas C. Pembuatan IP address
tersebut ditujukan agar komputer server dan komputer client dapat terkoneksi.
Pengisian tersebut dilakukan setelah # The primary network interface yakni sebagai berikut.
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
5)
Penyelesaian pengisian IP address, netmask, dan
gateway diakhiri dengan melakukan restart jaringan pada sistem operasi linux
debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.
service networking restart
6)
Untuk mengoneksikan IP address antara komputer
server yakni sistem operasi linux debian yang berada pada virtual mesin dan
komputer client yaitu komputer utama yang memiliki sistem operasi windows, maka
pada port virtual mesin komputer utama (client) juga dilakukan pengisian IP
address, netmask, dan gateway yang mana IP address harus berada pada kelas
netmask yang sama dengan komputer server yaitu berada pada kelas C berdasarkan
konfigurasi IP address yang sudah dilakukan pada komputer server.
7) Sesudah mengatur IP address, netmask, dan gateway, dapat terlebih dahulu dilakukan perubahan pengaturan jaringan pada sistem operasi debian tersebut yang semula NAT menjadi Host-only Adapter. Hal tersebut dilakukan agar sistem operasi debian yang terpasang pada virtual mesin dapat terkoneksi otomatis dengan jaringan internet yang berada pada komputer utama, sehingga pada sistem operasi debian dapat melakukan installasi online. Hal ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah mengkonfigurasi IP address.
8)
Untuk memastikan komputer server telah
terkoneksi atau tidak dengan komputer client, maka bisa melakukan ping IP address pada command prompt
komputer client terhadap komputer server yaitu terhadap sistem operasi linux
debian pada virtual mesin. Jika menghasilkan replay maka artinya komputer client telah terkoneksi dengan
komputer server.
9) Setelah komputer server dan komputer client sudah terhubung, maka selanjutnya dapat memilih direktori untuk melakukan transfer file dari komputer client ke komputer server dengan menggunakan perintah ls yang digunakan untuk melihat isi file dari director aktif.
10)
Dengan demikian transfer file sudah siap untuk
dilakukan, yaitu pada komputer client dapat membuka aplikasi tambahan yang
berperan dalam transfer file menggunakan SFTP. Oleh karena komputer client
menggunakan sistem operasi windows, maka disini akan digunakan aplikasi WinSCP.
Sebelum aplikasi tersebut dibuka, maka terlebih dahulu memberikan perintah chown terhadap folder yang akan
dilakukan transfer file, agar folder tersebut dapat dibuka oleh masing-masing
user komputer client maupun komputer server.
11) Untuk
memulai proses transfer file maka bisa dilanjutkan dengan membuka aplikasi
WinSCP. Pertama atur terlebih dahulu file protocol yang ingin digunakan yaitu
SFTP, kemudian mengisi host name, username dan password. Host name pada WinSCP
diisi dengan IP pada komputer server. Setelah itu dilanjutkan dengan mengklik Login.
12) Selanjutnya
menunggu proses login untuk menghubungkan komputer server dan komputer client
beberapa saat.
13) Berikut
ini adalah tampilan WinSCP setelah komputer server dan komputer client
terhubung.
14) Tahap terakhir adalah melakukan percobaan transfer file menggunakan SFTP dari komputer client ke komputer server. Disini akan dicoba mengirimkan salah satu file .docx dari komputer client ke komputer server. Cara yang dapat dilakukan dapat dengan mengarahkan kursor pada file yang ingin dikirim, kemudian file tersebut ditarik ke bagian komputer server.
15) Berikut
adalah hasil transfer file menggunakan FTP yang telah sukses dilakukan.

Komentar
Posting Komentar