INSTALLASI DAN KONFIGURASI SSH PADA DEBIAN 6

 

SSH Server

Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer. Ini terkoneksi, melalui saluran aman atau melalui jaringan tidak aman, server dan klien menjalankan server SSH dan SSH program klien secara masing-masing . Protokol spesifikasi membedakan antara dua versi utama yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2.

SSH adalah sebuah protokol administrasi yang memungkinkan user untuk mengakses dan memodifikasi berbagai macam pengaturan maupun file yang ada di dalam server. SSH merupakan pengembangan dari Telnet yang sebelumnya dianggap tidak aman karena tidak adanya proses enkripsi. Berbeda dengan Telnet, koneksi yang terjadi SSK dienkripsi menggunakan beberapa teknologi, seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya merupakan teknik kriptografi yang menjamin koneksi yang terenkripsi. Itulah mengapa dinamakan SSH yang berasal dari kata Secure Shell Connection atau koneksi Shell yang aman. Jika menggunakan SSH, Anda mempunyai opsi untuk melakukan autentikasi pengguna remote sebelum melakukan koneksi. Selain itu, SSH juga dapat mengirimkan input dari SSH client ke host (server) kemudian mengirimkan kembali hasilnya kembali ke user client.

Jadi SSH memudahkan Anda untuk mengelola server tanpa harus datang ke lokasi fisik server. Tidak hanya server saja, Anda dapat memanfaatkan SSH untuk mengatur dan mengelola komputer maupun perangkat desktop yang ada di jaringan yang sama tanpa harus menyentuh perangkat tersebut.

Cara Kerja SSH

Cara kerja protokol SSH adalah menggunakan model client-server. Jadi koneksi yang terjadi adalah SSH client melakukan koneksi ke SSH server. SSH client melakukan proses koneksi dan menggunakan kunci kriptografi untuk memverifikasi dan mengidentifikasi SSH server. Selama kunci yang dipakai SSH client tidak sama dengan SSH server maka koneksi tidak akan pernah dapat tersambung.

SSH client dan SSH server dapat tersambung menggunakan kunci yang sama serta melalui proses verifikasi. Kemudian koneksi yang tersambung dienkripsi menggunakan symmetric encryption dan hashing algorithm. Proses enkripsi ini bertujuan untuk memastikan kerahasiaan dan keutuhan data yang dipertukarkan antara client dengan server.

Jadi SSH client mengawali koneksi dengan memanggil SSH server menggunakan aplikasi SSH client (PuTTY di Windows). Kemudian SSH server mengirimkan public key ke SSH client. Kemudian SSH client merespon dengan memberikan pasangan kunci yang diberikan oleh SSH server. Selanjutnya keduanya melakukan negosiasi atau verifikasi koneksi dan memulai membuka koneksi yang aman. Setelah selesai, SSH client sudah dapat masuk ke dalam server dengan pertukaran data yang terus dienkripsi.

Kelebihan SSH

1)      Memiliki fungsi spoofing DNS, yang berarti bahwa data yang dipalsukan akan ditempatkan di server cache.

2)      Lebih murah daripada membeli akses internet di penyedia / operator seluler.

3)      Dapat membuka situs yang tidak dapat dibuka / situs yang diblokir oleh internet positif.

4)      Dapat memperoleh akses internet tanpa batas atau internet gratis.

5)      Koneksi lebih cepat (tergantung pada server SSH).

Kekurangan SSH

1)      Bandwidth untuk server lokal kecil sedangkan bandwidth untuk server eksternal besar.

2)      Tidak semua operator seluler dapat menggunakan ssh (tergantung bug yang ada).

3)      Harus diperbarui secara berkala atau tidak dapat digunakan selamanya.

 

Aplikasi Client SSH

PuTTY merupakan aplikasi telnet pada komputer client yang dapat diunduh secara gratis. PuTTY merupakan aplikasi yang bersifat open source yang bisa digunakan untuk melakukan remote access, seperti Telnet, SSH, dan RLogin. Aplikasi ini dapat digunakna untuk mengendalikan sistem dari tempat dan jarak yang berbeda makanya disebut remote access. Remote access ini harus terkoneksi dengan jaringan internet. Biasanya para pemiliki server menggunakan aplikasi PuTTY ini untuk mengakses ke server mereka. Tempat server yang jauh membuat aplikasi PuTTY ini sangat berguna, karena Anda tidak perlu datang ke tempat server untuk melakukan konfigurasi.

Aplikasi PuTTY hanya menampilkan command teks untuk menjalankan perintah tertentu. Beberapa fitur yang dimiliki aplikasi PuTTY ini adalah transfer file SFTP grafis, remote komputer, penghubung atau jembatan protokol FTP ke SFTP. Dan fitur-fitur yang dimiliki oleh aplikasi PuTTy ini hanya dapat digunakan pada sistem operasi Windows saja.

 

Instalasi dan Konfigurasi SSH Server

1)      Buka virtual mesin yang di dalamnya di install sistem operasi linux debian, versi debian yang digunakan dapat dipiih sesuai kemauan masing-masing, disini digunakan debian versi 6. Setelah itu sistem operasi linux debian versi 6 tersebut berperan sebagai komputer server. Sedangkan yang berperan sebagai komputer client adalah komputer utama yang mana memiliki sistem operasi windows.

2)      Buka terminal pada sistem operasi linux debian tersebut kemudian masuk ke root/user dengan mengetik perintah berikut ini.

su –

Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.


3)      Setelah login sebagai root/user maka selanjutnya mengatur IP address dengan mengetik perintah berikut ini.

nano /etc/network/interfaces

4)      Dalam konfigurasi ip address, interface ethernet diatur secara static kemudian mengisi IP address, netmask, serta gateway pada range kelas C. Pembuatan IP address tersebut ditujukan agar komputer server dan komputer client dapat terkoneksi. Pengisian tersebut dilakukan setelah # The primary network interface yakni sebagai berikut.

Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

5)      Penyelesaian pengisian IP address, netmask, dan gateway diakhiri dengan melakukan restart jaringan pada sistem operasi linux debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

service networking restart

6)      Untuk mengoneksikan IP address antara komputer server yakni sistem operasi linux debian yang berada pada virtual mesin dan komputer client yaitu komputer utama yang memiliki sistem operasi windows, maka pada port virtual mesin komputer utama (client) juga dilakukan pengisian IP address, netmask, dan gateway yang mana IP address harus berada pada kelas netmask yang sama dengan komputer server yaitu berada pada kelas C berdasarkan konfigurasi IP address yang sudah dilakukan pada komputer server.



7)      Sesudah mengatur IP address, netmask, dan gateway, dapat terlebih dahulu dilakukan perubahan pengaturan jaringan pada sistem operasi debian tersebut yang semula NAT menjadi Host-only Adapter. Hal tersebut dilakukan agar sistem operasi debian yang terpasang pada virtual mesin dapat terkoneksi otomatis dengan jaringan internet yang berada pada komputer utama, sehingga pada sistem operasi debian dapat melakukan installasi online. Hal ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah mengkonfigurasi IP address.


8)      Untuk memastikan komputer server telah terkoneksi atau tidak dengan komputer client, maka bisa melakukan ping IP address pada command prompt komputer client terhadap komputer server yaitu terhadap sistem operasi linux debian pada virtual mesin. Jika menghasilkan replay maka artinya komputer client telah terkoneksi dengan komputer server.

9)      Untuk membuktikan IP address sudah berhasil dikonfigurasi maka dapat mengetikan perintah berikut ini.

Ifconfig

10)      Sebelum menginstal SSH, maka lebih baik melakukan update terlebih dahulu pada sistem dengan mengetikan perintah berikut ini.

apt-get update

11)  Sesudah melakukan update dilanjutkan dengan menginstal aplikasi SSH server dengan mengetik perintah berikut ini. SSH server dapat di instal pada DVD 1.

apt-get install openssh-server

12)  Berikutnya dapat melakukan perubahan port yang digunakan pada SSH serta melakukan yes pada PermitRootLogin untuk melakukan perubahan konfigurasi SSH dengan mengetikan perintah berikut ini.

nano etc/ssh/sshd_config



Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.

13)  Penyelesaian perubahan konfigurasi SSH diakhiri dengan melakukan restart SSH pada sistem operasi linux debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.

service ssh restart

14)  Tahap terakhir yaitu melakukan remote access SSH pada aplikasi PuTTY yang berada pada komputer client. Oleh karena itu dapat terlebih dahulu menyalakan koneksi internet pada komputer client kemudian membuka aplikasi PuTTY dan dilanjutkan dengan mengisi host name dan tipe koneksi berupa SSH, serta mengisi port yang digunakan SSH. Host name pada PuTTY diisi dengan IP pada komputer server. Setelah itu dilanjutkan dengan mengklik Open.

15)  Setelah berhasil login pada PuTTY maka SSH sudah siap untuk dilakukan pada komputer tujuan secara remote dengan koneksi jaringan internet. Berikut tampilan PuTTY dari komputer client yang sudah siap untuk melakukan remote access SSH pada komputer server.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 6

INSTALASI DAN KONFIGURASI FTP SERVER PADA DEBIAN 6