INSTALASI DAN KONFIGURASI TELNET SERVER PADA DEBIAN 6
Telnet
Telnet (Telecommunication
network) adalah protokol aplikasi yang digunakan di Internet atau jaringan area
lokal untuk menyediakan fasilitas komunikasi berorientasi teks interaktif dua
arah menggunakan koneksi terminal virtual. Data pengguna diselingi in-band
dengan informasi kontrol Telnet dalam koneksi data berorientasi 8-bit melalui
Transmission Control Protocol (TCP).
Telnet juga merupakan virtual
atau emulasi terminal yang memakai protokol tersebut untuk tujuan yang sama
yaitu mengakses komputer tujuan secara remote. Telnet biasanya dipakai untuk
login ke komputer lain pada Internet. Selain itu, untuk mengakses berbagai
macam layanan umum yang terhubung dengan jaringan internet, termasuk katalog
perpustakaan dan database.
Istilah telnet juga digunakan
untuk merujuk pada perangkat lunak yang mengimplementasikan bagian klien dari
protokol. Aplikasi klien Telnet tersedia untuk hampir semua platform komputer.
Telnet juga digunakan sebagai kata kerja. Untuk telnet berarti membuat koneksi
menggunakan protokol Telnet, baik dengan klien baris perintah atau dengan
antarmuka grafis.
Cara Kerja Telnet
Telnet memberikan akses secara
langsung ke berbagai macam layanan yang ada di Internet. Komputer atau
perangkat yang bertindak sebagai host memang telah menyediakan layanan-layanan,
namun jika ada layanan lain yang tidak tersedia, tetap dapat menggunakannya
lewat bantuan telnet.
Teknologi ini memakai dua jenis
program, yaitu client dan server. Lalu akan ada dua program yang berjalan. Dua
program tersebut adalah software client yang beroperasi pada komputer.
Komputernya merupakan pihak yang meminta suatu layanan. Sementara itu, software
server berarti pihak yang menghasilkan layanannya.
Kelebihan Telnet
Adapun kelebihan dari penggunaan telnet
adalah user interface yang tergolong
ramah pengguna. Hasilnya akan bagus, Anda yang mengakses dari jauh seolah-olah
sedang mengaskes dari dekat. Anda seolah-olah berhadapan langsung dengan
komputer lain yang sedang digunakan untuk mengeksekusi command line yang
diberikan.
Kekurangan Telnet
Sementara itu, kekurangan dari telnet adalah pemakaian otentikasi NTLM tanpa enkripsi. Hal ini sebenarnya rentan terkait aspek keamanan sistem. Ini memudahkan pencurian password yang biasa dilakukan oleh pihak yang disebut sniffers. Oleh karena itu lebih disarankan untuk menggunakan SSH pada Linux dibanding Telnet Server dalam mengkonfigurasikan sistem.
Aplikasi Client FTP
Telnet atau Telecommunication Network merupakan sebuah
protokol client – server yang bisa memberikan akses terhadap komputer dalam
jarak jauh atau remote access. Untuk dapat mengakses komputer dalam jarak jauh dibutuhkan
sebuah aplikasi Telnet. Aplikasi Telnet dapat digunakan untuk mengakses
berbagai layanan umum seperti katalog, database, dan lain sebagainya. Dengan
menggunakan aplikasi tersebut maka dapat saling menghubungkan atau mengakses
beberapa komputer selama berada dalam satu jaringan yang sama. Hal seperti ini
akan memberikan cara yang lebih mudah untuk semua pengguna yang ingin
mengakses.
PuTTY merupakan aplikasi telnet pada komputer client yang
dapat diunduh secara gratis. PuTTY merupakan aplikasi yang bersifat open source
yang bisa digunakan untuk melakukan remote access, seperti Telnet, SSH, dan
RLogin. Aplikasi ini dapat digunakna untuk mengendalikan sistem dari tempat dan
jarak yang berbeda makanya disebut remote access. Remote access ini harus
terkoneksi dengan jaringan internet. Biasanya para pemiliki server menggunakan
aplikasi PuTTY ini untuk mengakses ke server mereka. Tempat server yang jauh
membuat aplikasi PuTTY ini sangat berguna, karena Anda tidak perlu datang ke
tempat server untuk melakukan konfigurasi.
Aplikasi PuTTY hanya menampilkan command teks untuk
menjalankan perintah tertentu. Beberapa fitur yang dimiliki aplikasi PuTTY ini
adalah transfer file SFTP grafis, remote komputer, penghubung atau jembatan
protokol FTP ke SFTP. Dan fitur-fitur yang dimiliki oleh aplikasi PuTTy ini
hanya dapat digunakan pada sistem operasi Windows saja.
Instalasi Telnet
Server
1) Buka virtual mesin yang di dalamnya di install
sistem operasi linux debian, versi debian yang digunakan dapat dipiih sesuai
kemauan masing-masing, disini digunakan debian versi 6. Setelah itu sistem
operasi linux debian versi 6 tersebut berperan sebagai komputer server.
Sedangkan yang berperan sebagai komputer client adalah komputer utama yang mana
memiliki sistem operasi windows.
2) Buka terminal pada sistem operasi linux debian
tersebut kemudian masuk ke root/user dengan mengetik perintah berikut ini.
su
–
Setelah itu masuk dengan mengisi password root terlebih dahulu.
3) Setelah login sebagai root/user maka selanjutnya
mengetikan perintah berikut ini untuk memastikan DVD 1 dan DVD 3 sudah ada pada
sistem.
cat
/etc/apt/sources.list
4) Sebelum menginstal telnet, maka lebih baik
melakukan update terlebih dahulu pada sistem dengan mengetikan perintah berikut
ini.
apt-get
update
5) Sesudah melakukan update dilanjutkan dengan
menginstal aplikasi telnet server dengan mengetik perintah berikut ini.
apt-get install telnetd
6) Dalam proses penginstalan telnet server diperlukan
DVD 1 dan DVD 3 debian. Pertama memasukkan DVD 1 kemudian tekan enter pada keyboard komputer utama.
7) Selanjutnya memasukkan DVD 3 untuk
mengkonfigurasi telnet kemudian tekan enter
pada keyboard komputer utama.
8) Setelah memasukkan DVD 3 maka instalasi telnet
sudah selesai dan siap untuk dilakukan konfigurasi.
Konfigurasi Telnet Server
1) Untuk memulai tahap konfigurasi telnet maka
lebih baik terlebih dahulu melihat konfigurasi yang sudah ada pada sistem
operasi debian tersebut dengan mengetikan perintah berikut ini.
ifconfig
2) Berdasarkan
hasil setelah mengetikan perintah tersebut dapat dilihat bahwa IP address belum
diatur, oleh karena itu dapat mengetikan perintah berikut ini untuk mengisi IP address,
netmask, serta gateway. Pembuatan IP address tersebut ditujukan agar komputer
server dan komputer client dapat terkoneksi.
nano
/etc/network/interfaces
3)
Sebelum mengatur IP address, netmask, dan
gateway, dapat terlebih dahulu dilakukan perubahan pengaturan jaringan pada
sistem operasi debian tersebut yang semula NAT
menjadi Host-only Adapter. Hal tersebut
dilakukan agar sistem operasi debian yang terpasang pada virtual mesin dapat terkoneksi
otomatis dengan jaringan internet yang berada pada komputer utama.
4)
Selanjutnya pengaturan IP address sudah dapat
dilakukan, untuk mengisi IP address, netmask, dan gateway dapat dilakukan
setelah # The primary network interface
yakni sebagai berikut.
Setelah itu simpan perubahan tersebut dengan menekan kombinasi tombol ctrl+X , kemudian tekan enter pada keyboard.
5) Penyelesaian pengisian IP address, netmask, dan gateway diakhiri dengan melakukan restart jaringan pada sistem operasi linux debian tersebut, yakni dengan mengetikan perintah berikut ini.
service
networking restart
6) Untuk melihat hasil konfigurasi IP address maka
dapat kembali lagi mengetikan perintah berikut ini.
ifconfig
7) Untuk mengoneksikan IP address antara komputer server yakni sistem operasi linux debian yang berada pada virtual mesin dan komputer client yaitu komputer utama yang memiliki sistem operasi windows, maka pada port virtual mesin komputer utama (client) juga dilakukan pengisian IP address, netmask, dan gateway yang mana IP address harus berada pada kelas netmask yang sama dengan komputer server yaitu berada pada kelas C berdasarkan konfigurasi IP address yang sudah dilakukan pada komputer server.
8)
Untuk memastikan komputer server telah
terkoneksi atau tidak dengan komputer client, maka bisa melakukan ping IP address pada command prompt
komputer client terhadap komputer server yaitu terhadap sistem operasi linux
debian pada virtual mesin.
9) Tahap terakhir yaitu melakukan remote access telnet pada aplikasi PuTTY yang berada pada komputer client. Oleh karena itu dapat terlebih dahulu menyalakan koneksi internet pada komputer client kemudian membuka aplikasi PuTTY dan dilanjutkan dengan mengisi host name dan tipe koneksi berupa Telnet. Host name pada PuTTY diisi dengan IP pada komputer server. Setelah itu dilanjutkan dengan mengklik Open.
10) Setelah
berhasil login pada PuTTY maka telnet sudah siap untuk dilakukan pada komputer
tujuan secara remote dengan koneksi jaringan internet. Berikut tampilan PuTTY
dari komputer client yang sudah siap untuk melakukan remote access telnet pada
komputer server.

















Komentar
Posting Komentar